Jurnal Abdimas Independen
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/independen
<p>Jurnal <strong>ABDIMAS INDEPENDEN</strong> adalah jurnal ilmiah <em>peer-reviewed</em> yang dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram. Jurnal ini menerbitkan berbagai hasil pengabdian kepada masyarakat di bidang ekonomi. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun pada bulan Mei dan November.<br /><strong>p-ISSN:Â 2746-0150</strong></p>Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataramen-USJurnal Abdimas Independen2746-0150Bimbingan Teknis Pembukuan Bagi Pengelola Bumdes Karya Mandiri di Desa Sedau
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/independen/article/view/3056
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola BUMDes Karya Mandiri di Desa Sedau dalam bidang akuntansi, khususnya pencatatan dan penyusunan laporan keuangan. Permasalahan utama yang dihadapi BUMDes adalah keterbatasan sumber daya manusia dengan keahlian akuntansi, sehingga pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual dan bergantung pada konsultan eksternal. Hal ini berimplikasi pada meningkatnya biaya operasional serta rendahnya kemandirian pengelola dalam mengelola keuangan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan awal mengenai pentingnya pembukuan, dilanjutkan dengan bimbingan teknis (bimtek) yang melibatkan tim dosen dan mahasiswa. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar akuntansi, teknik penjurnalan, penyusunan laporan keuangan sederhana sesuai SAK ETAP, serta praktik kasus keuangan yang relevan dengan kondisi BUMDes. Mahasiswa berperan aktif sebagai pendamping teknis dalam proses latihan pencatatan hingga simulasi penyusunan laporan keuangan. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah publikasi hasil kegiatan pengabdian berupa artikel pada salah satu media masa di Nusa Tenggara Barat (NTB) atau Publikasi di Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat yang ada di Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta, yang terdiri dari pengurus BUMDes, perangkat desa, serta staf unit usaha, menunjukkan antusiasme tinggi dan partisipasi aktif dalam diskusi maupun latihan. Peserta memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya pembukuan yang rapi dan akuntabel, serta mampu melakukan pencatatan dasar secara lebih sistematis. Selain itu, adanya pendampingan mahasiswa menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pasca kegiatan. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta kemandirian BUMDes Karya Mandiri. Harapan jangka panjangnya, BUMDes mampu menyusun laporan keuangan secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada konsultan eksternal, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola keuangan desa</p>Lukman EffendyZuhrotul IsnainiIsnawati Isnawati
Copyright (c) 2026 Lukman Effendy, Zuhrotul Isnaini, Isnawati
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-312026-05-317111010.29303/independen.v7i1.3056Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis SAK EMKM Untuk Mitra UMKM Jagling Di Kota Mataram
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/independen/article/view/3004
<p>Program pengabdian ini di maksudkan untuk mendampingi pelaku usaha dalam menyusun dan mengoptimalkan laporan keuangan yang berbasis standar SAK EMKM. Program pengadian ini diimplementasikan pada UMKM Jagoan Es Keliling (JAGLING) di kota Mataram yang mengalami kendala dalam pengelolaan keuangan, yakni pembukuan yang masih sederhana dan belum berpedoman pada prinsip akuntansi yang baku. Metode kegiatan yang digunakan berupa pendampingan partisipatif melalui empat tahapan: identifikasi kondisi awal pencatatan keuangan, sosialisasi pengelolaan keuangan dan SAK EMKM, simulasi penyusunan laporan keuangan, serta evaluasi dan monitoring penerapan system pembukuan keuangan yang berpedoman pada SAK EMKM. Berdasarkan evaluasi kegiatan pengabdian terjadi peningkatan kemampuan pelaku usaha dalam mengidentifikasi dan menganalisis transaksi, mencatat jurnal, pengelompokan akun, menyusun neraca saldo, jurnal penyesuaian, hingga menghasilkan laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan sesuai SAK EMKM, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendampingan ini secara efektif mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha menghasilkan laporan keuangan yang lebih sistematis, akuntabel, dan aplikatif dalam mendukung keberlanjutan usaha</p>Yusifa PascayantiSiti FatimahDewa Ayu Oki AstariniMuhammad Fariz RaqhinYupaqihu Fiddin
Copyright (c) 2026 Yusifa Pascayanti, Siti Fatimah, Dewa Ayu Oki Astarini, Muhammad Fariz Raqhin, Yupaqihu Fiddin
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-312026-05-3171111810.29303/independen.v7i1.3004Edukasi Kelayakan Bisnis untuk UMKM
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/independen/article/view/2984
<p>Abstrak</p> <p>Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kendala operasional yang dialami pelaku UMKM produsen abon ikan di Desa Orong Gerisak, Kabupaten Lombok Timur. Mereka kesulitan menetapkan harga jual yang kompetitif di pasar, sehingga bisnis cenderung stagnan dan berisiko merugi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi komprehensif mengenai studi kelayakan bisnisâ€â€termasuk analisis SWOT dan penentuan harga jualâ€â€agar UMKM dapat menemukan celah kompetitif dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.</p> <p>Pelaksanaan edukasi menggunakan metode pemaparan materi yang dilanjutkan dengan diskusi mendalam secara interaktif. Materi difokuskan pada enam aspek kelayakan bisnis: legalitas, lingkungan, pasar dan pemasaran, teknis dan teknologi, manajemen dan SDM, serta keuangan. Sasaran kegiatan ini adalah 11 pelaku UMKM di dusun Orong Gerisak, dan dilaksanakan secara terintegrasi dengan program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) mahasiswa Universitas Mataram.</p> <p>Kegiatan edukasi berjalan lancar dan disambut antusias oleh para peserta. Berdasarkan sesi diskusi interaktif, fokus utama peserta mengerucut pada permasalahan nyata di aspek keuangan, khususnya strategi menentukan harga jual, menghadapi kompetitor dengan harga lebih murah, dan menghindari kerugian. Melalui edukasi ini, peserta diberikan pemahaman bahwa perhitungan keuntungan sebaiknya didasarkan pada kumpulan produksi (batch), bukan sekadar per satuan produk, sehingga harga jual dapat lebih bersaing sekaligus mempertahankan kualitas.</p> <p>Edukasi studi kelayakan bisnis terbukti menjadi solusi praktis untuk menjawab kendala operasional yang dihadapi UMKM, khususnya dalam penentuan harga dan analisis keuangan dasar. Untuk mendukung pertumbuhan yang lebih optimal, direkomendasikan adanya tindak lanjut berupa pelatihan tata kelola keuangan yang sistematis agar pelaku UMKM mampu mengevaluasi kinerja bisnisnya secara mandiri.</p> <p> </p> <p>Kata Kunci: UMKM, Kelayakan Bisnis, Harga Jual, Aspek Keuangan, Pemberdayaan Masyarakat.</p>Iman WaskitoM. Ali Fikri Rahmi Sri Ramadhani Intan RakhmawatiIsnawati Isnawati
Copyright (c) 2026 Iman Waskito, M. Ali Fikri, Rahmi Sri Ramadhani, Intan Rakhmawati
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-312026-05-3171192410.29303/independen.v7i1.2984Penguatan Kewirausahaan Siswa Madrasah melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Ayam Bernilai Tambah
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/independen/article/view/3112
<p>This community service activity aims to enhance the entrepreneurial competencies of madrasah students through training in value-added chicken product diversification. The participants were students of grades 10, 11, and 12 at Madrasah Aliyah Raudatusshibyan NW Belencong, and the method applied was participatory training consisting of preparation, implementation, mentoring, and evaluation stages. The training focused on producing processed chicken products such as chicken siomay and chicken dumplings, along with basic entrepreneurial skills including packaging and simple marketing. Data were collected through observation, questionnaires, and pre-test and post-test to measure knowledge improvement. The results showed an increase in students’ entrepreneurial knowledge, product processing skills, and interest in entrepreneurship, with participants able to produce marketable products of fairly good quality in terms of taste and presentation. In addition, practice-based training proved effective in enhancing students’ confidence to start simple businesses, indicating that this program can be a strategic effort to strengthen entrepreneurship and promote economic independence within the school environment.</p>Eka AgustianiEndang AstutiLaila WardaniVina Aprianti
Copyright (c) 2026 Eka Agustiani, Endang Astuti, Laila Wardani, Vina Aprianti
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-312026-05-3171253010.29303/independen.v7i1.3112Pelatihan Penulisan Pelaporan Karya Tulis Ilmiah
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/independen/article/view/3139
<p><em>The ability to write scientific papers is a fundamental competency for academics, yet many students face cognitive and technical barriers in producing high-quality reports. This study aims to evaluate the effectiveness of a participatory training program in improving the scientific writing skills of vocational tourism students. A participatory training and mentoring approach was implemented, involving lecture methods, interactive discussions, and hands-on practice. The findings indicate a significant improvement in students' understanding of systematic report structures, citation ethics, and synchronization between research problems and conclusions. Results show that 100% of participants could construct a logical framework, with 85% expressing readiness for publication. Intensive mentoring and structured training are crucial in bridging the gap between academic theory and industrial practice in the tourism sector</em></p>Hastiapin PahmiSiti SriningsihJuliana Putri Harianti
Copyright (c) 2026 Hastiapin Pahmi, Siti Sriningsih, Juliana Putri Harianti
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-312026-05-3171313510.29303/independen.v7i1.3139Pelatihan Business Model Canvas untuk Pengembangan Usaha BUMDesa di Kecamatan Kopang, Lombok Tengah
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/independen/article/view/3138
<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan Business Model Canvas (BMC) kepada pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Trasne di Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, dalam rangka meningkatkan kapasitas mereka untuk mengembangkan usaha desa secara lebih terencana dan sistematis. BUMDesa Trasne menghadapi berbagai hambatan pengembangan usaha, antara lain keterbatasan keterampilan sumber daya manusia, keputusan manajemen yang kurang tepat, laporan keuangan yang sederhana, campur tangan pemerintah dan kurangnya dukungan masyarakat. Metode kegiatan ini meliputi penyampaian materi, simulasi penyusunan rencana bisnis menggunakan BMC, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengidentifikasi komponen-komponen utama BMC serta merumuskan strategi pengembangan usaha BUMDesa yang potensial, khususnya usaha kolam renang yang memanfaatkan potensi lokal Desa Muncan. Kegiatan ini mendorong komitmen pengurus BUMDesa untuk menerapkan BMC secara mandiri dan berkelanjutan guna menunjang keberhasilan dan keberlangsungan usaha desa.</p>Rr. Sri Pancawati MartiningsihVictoria Kusumaningtyas PriyambodoBiana Adha InaptyBaiq Fantri Safarinda Takwani
Copyright (c) 2026 Rr. Sri Pancawati Martiningsih, Victoria Kusumaningtyas Priyambodo, Biana Adha Inapty, Baiq Fantri Safarinda Takwani
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-312026-05-3171364310.29303/independen.v7i1.3138Pemanfaatan Media Informasi Digital dan Company Profile dalam Mendukung Efektivitas Pelayanan Publik di LKBN ANTARA Biro NTB
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/independen/article/view/3141
<p style="font-weight: 400;">Perkembangan media digital menuntut lembaga penyedia informasi publik untuk mampu menyampaikan informasi secara cepat, luas, dan mudah diakses oleh masyarakat. Berdasarkan hasil pengamatan di LKBN ANTARA Biro Nusa Tenggara Barat, masih diperlukan penguatan media informasi digital guna meningkatkan jangkauan publikasi serta pengenalan masyarakat terhadap peran dan fungsi lembaga. Artikel ini bertujuan menganalisis pengembangan media informasi melalui pengelolaan media sosial dan penyusunan <em>company</em> <em>profile</em> dalam mendukung efektivitas pelayanan publik. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif dengan keterlibatan langsung dalam pengelolaan konten digital dan penyusunan company profile lembaga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial melalui konten <em>“Pop Newsâ€ÂÂÂ</em> mampu mendukung penyebaran informasi publik dengan capaian lebih dari 3 juta tayangan, 9.101 kunjungan profil, 39 ribu tanda suka, dan 3.081 kali bagikan. Selain itu, penyusunan <em>company profile</em> membantu memperkuat <em>branding</em> dan media komunikasi institusi kepada masyarakat maupun mitra kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan media informasi digital tidak hanya mendukung efektivitas pelayanan publik, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan citra, nilai institusi, dan komunikasi pemasaran lembaga di era ekonomi digital.</p>Maria Theresa Gusti Ayu Adventa BriliantiBudiman
Copyright (c) 2026 Maria Theresa Gusti Ayu Adventa Brilianti, Budiman
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-312026-05-3171445310.29303/independen.v7i1.3141Optimalisasi Pelayanan Administrasi Rekomendasi Penelitian Melalui Penyusunan Panduan Layanan di Kesbangpol NTB
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/independen/article/view/3177
<p>Pelayanan administrasi rekomendasi penelitian merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang memerlukan informasi yang jelas dan mudah dipahami oleh pemohon. Namun, masih ditemukan kendala berupa kurangnya pemahaman pemohon terhadap persyaratan dan prosedur pelayanan administrasi rekomendasi penelitian di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemohon melalui penyediaan media informasi pelayanan berupa panduan pelayanan administrasi rekomendasi penelitian. Metode kegiatan dilakukan melalui tahapan identifikasi permasalahan, analisis kebutuhan informasi, penyusunan panduan pelayanan, pembuatan QR Code, dan implementasi media informasi di ruang pelayanan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa panduan pelayanan membantu pemohon memahami prosedur pelayanan secara lebih mandiri, mengurangi kesalahan dalam pengisian dokumen, serta memudahkan akses informasi melalui QR Code. Selain itu, media informasi tersebut membantu petugas pelayanan dalam mengurangi pertanyaan yang berulang sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, penyediaan panduan pelayanan berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan administrasi rekomendasi penelitian.</p>Salsa BillaEndang Astuti
Copyright (c) 2026 Salsa Billa, Endang Astuti
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-312026-05-3171546410.29303/independen.v7i1.3177Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Labelling dan E-commerce untuk Penguatan Nilai Jual Sentra Kerajinan Bambu di Kampung Bambu, Desa Mojorejo
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/independen/article/view/3171
<p><strong>Every village possesses local potential that can be developed to promote community welfare and independence, including Mojorejo Village in Jetis District, Ponorogo Regency. This village has approximately 15 hectares of bamboo plantations that are utilized by the community, particularly women’s groups, to produce various woven crafts with economic value. To support these activities, the community established Roemah Bamboe and Deling Studio. Roemah Bamboe focuses on producing simple bamboo crafts, while Deling Studio develops value-added products through diversification of bamboo-based handicrafts. However, both communities continue to face several challenges, including limited business legality, high market competition, and restricted marketing reach that remains concentrated in local markets. This Community Service Program was carried out in Kampung Bambu, Mojorejo Village, using the Asset Based Community Development (ABCD) approach. This method was applied to maximize the utilization of local assets through four stages: preparation, implementation, technology application, and mentoring. The preparation stage involved coordination and socialization with partners and the village government. The implementation stage focused on training related to product labeling and packaging in accordance with e-commerce standards. The technology application stage included the use of branding tools such as burning stamps and laser devices to facilitate labeling bamboo products. Finally, the mentoring stage was conducted to assist partners in obtaining the Business Identification Number (Nomor Induk Berusaha/NIB), strengthening marketing strategies, and developing skills in utilizing digital platforms. The results of the program demonstrated an improvement in both the quality and market value of bamboo products, not only in local markets but also starting to reach national markets. Partners’ understanding of digitalization also increased, as reflected in their positive attitude toward adopting e-commerce and social media. Thus, this program contributes to enhancing the competitiveness of Mojorejo’s bamboo crafts through innovation, business legality, and the utilization of digital technology.</strong></p>Lathiefa RusliMohammad MuslihBambang Setyo UtomoRindang DiannitaNur Aini
Copyright (c) 2026 Lathiefa Rusli, Mohammad Muslih, Bambang Setyo Utomo, Rindang Diannita, Nur Aini
http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-05-312026-05-3171657510.29303/independen.v7i1.3171