PENGEMBANGAN DESTINASI HERITAGE TOURISM DI SUMBAWA BESAR: STUDI KASUS ISTANA DALAM LOKA
DOI:
https://doi.org/10.29303/konstanta.v5i1.3050Keywords:
Heritage Tourism, Strategi Pengembangan, Meningkatkan PerekonomianAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi wisata heritage culture di Istana Dalam Loka serta merumuskan strategi pengembangan heritage tourism untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Istana Dalam Loka merupakan bangunan cagar budaya peninggalan Kesultanan Sumbawa yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur tradisional yang tinggi, namun pengembangannya belum optimal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi melalui purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal destinasi. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan utama terletak pada nilai sejarah dan keaslian arsitektur, dengan peluang berupa tren wisata budaya dan dukungan kebijakan daerah. Perhitungan IFAS dan EFAS menghasilkan koordinat (1,25 ; 0,2) yang menempatkan destinasi pada Kuadran I (Growth Strategy). Strategi yang direkomendasikan adalah strategi SO melalui pengembangan paket wisata edukasi, integrasi paket wisata, promosi digital, dan pemberdayaan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
References
Amerta, I. M. S. (2017). Community Based Tourism Development. International Journal Of Social Sciences And Humanities, 1(3), 97–107.
Annisa, L. (2023). Walking Tour sebagai Strategi Pengembangan Wisata Perkotaan. Warta Pariwisata, 21(1), 1–6. https://doi.org/doi.org/10.5614/wpar.2023.21.1.01
Artha, A. T., & Ahimsa-Putra, H. S. (2004). Jejak Masa Lalu: Sejuta Warisan Budaya. Kunci Ilmu.
Badan Pusat Statistik. (2026a). Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara per bulan Menurut Kebangsaan. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQ3MCMy/jumlah-kunjungan-wisatawan-mancanegara-per-bulan-menurut-kebangsaan--kunjungan-.html
Badan Pusat Statistik. (2026b). Tourism Satellite Account Indonesia 2022-2024. https://www.bps.go.id/id/publication/2026/03/16/aa06ecfee0864e824b9a5f97/tourism-satellite-account-indonesia-2022-2024.html
Brundtland, G. H. (1987). Report Of The World Commission On Environment And Development: Our Common Future. United Nations.
Dharmawan, K., Kencana, E. N., Srinadi, I. G. A. M., & I.G.N.L.Wijayakusuma. (2025). Pengembangan desa wisata Kedisan berbasis kearifan lokal dan digital: Upaya pemberdayaan masyarakat untuk pariwisata berkelanjutan. Buletin Udayana Mengabdi, 24(5), 412–417. https://doi.org/10.24843/BUM.2025.v24.i05.p11
Dumumpe, J. H., Pratama, A. P., Saroinsong, F. B., & Langi, M. A. (2025). Penguatan Ekowisata Melalui Keterlibatan Masyarakat dan Strategi Keberlanjutan Lingkungan. Journal of Agribusiness and Rural Development, 7(3), 295–306. https://doi.org/10.35791/agrirud.v7i3.64960
Karlina, A. (2019). Strategi Pengembangan Potensi Wisata Alam Di Kabupaten Aceh Jaya. UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Mandaka, M., & Ikaputra. (2021). Urban Heritage Tourism: Sebuah Konsep Pelestarian melalui Pendekatan Pariwisata. Jurnal Arsitektur Kolaborasi, 1(2), 67–75. https://doi.org/10.54325/kolaborasi.v1i2.13
Maria, G. A. (2016). Classification of Various Forms of Tourism. Annals of Faculty of Economics, University of Oradea, 1(2), 313–319.
Meyers, K. (2009). Pengertian Pariwisata. Asshrrafdino.Blogspot.Com.
Musanef. (1996). Manajemen Usaha Pariwisata Di Indonesia. PT Toko Gunung Agung.
Pasaribu, Y. A. (2019). Penataan Ruang dalam Rangka Pelestarian Kawasan Cagar Budaya: Kajian Kota Kuno Banten Lama. KALPATARU, 28(2), 17–32. https://ejournal.brin.go.id/kalpataru/article/view/2683
Rahayu, S., & Saragih, M. G. (2022). Pengembangan pariwisata berkelanjutan. CV. Tungga Esti.
Renold, Teng, M. B. A., Anjarsari, H., & Badollahi, M. Z. (2020). Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Berdasarkan Mitos Sejarah dan Bangunan Kota Makassar (Studi Etnografi). Jurnal Pariwisata, 7(1), 12–19. https://ojs.bsi.ac.id/index.php/jp/article/view/5689/0
Setiawan, F., & Triani, E. (2023). Community based tourism di kawasan wisata Kereng Bangkirai. Jurnal Administrasi Publik (JAP), 9(2), 103–111. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JAP/article/view/10860
Setiawan, R., & Bethari, M. D. (2021). Perencanaan Pengembangan Objek Wisata di Istana Dalam Loka Kabupaten Sumbawa. Jurnal Sosial Humaniora Terapan, 3(2), 47–61. https://scholarhub.ui.ac.id/jsht/vol3/iss2/1
Setiawan, Z., Yendri, O., Kusuma, B. A., Ishak, R. P., Boari, Y., Paddiyatu, N., & Kartika, T. (2023). Buku Ajar Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Setiawati, E., & Fitriyana, D. (2025). Analisis figur minat wisatawan mengenai tren wisata coolcations. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 21(3), 65–80. https://doi.org/10.56910/gemawisata.v21i3.734
Siswanto, N. (2007). Pariwisata Dan Pelestarian Warisan Budaya. Berkala Arkeologi, 27(1), 118–130. https://doi.org/10.30883/JBA.V27I1.946
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alphabet.
Sukma, A. L. J., & Khotimah, N. (2025). Potensi dan strategi pengembangan wisata alam berkelanjutan di Kapanewon Imogiri Kabupaten Bantul. JGRG, 1.
Sundawati, L., Ilham, Q. P., Rohim, Solikhah, I., Devi, S. K., & Salsabila, N. H. (2024). Strategi penguatan partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata Situ Gunung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jurnal ForestrIndo, 01(1), 47–59. https://journal.ipb.ac.id/forestrindo-journal/article/view/55847
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya (2010). https://peraturan.bpk.go.id/Details/38552/uu-no-11-tahun-2010
Yulianti, A. D., Soelistiyo, A., & Sulistyono, S. W. (2021). Analisis Pengembangan Sektor Pariwisata Kabupaten Sumbawa. Jurnal Ilmu Ekonomi JIE, 5(2), 393–406. https://doi.org/10.22219/jie.v5i2.16253
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Made Cahaya Sukma Dewi, Diswandi, Luluk Fadliyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





