DAMPAK PENGALIHAN PERTOKOAN PANCOR MENJADI TATA RUANG TERBUKA PUBLIK TERHADAP KEADAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KELURAHAN PANCOR
Keywords:
Alih fungsi lahan, Ruang terbuka publik, Dampak sosial ekonomiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengalihfungsian pertokoan Pancor menjadi Ruang Terbuka Publik (RTP) terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan diuji dengan triangulasi, sedangkan analisis mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan dampak sosial positif berupa meningkatnya partisipasi, interaksi sosial lebih terbuka, serta rasa aman bagi pengunjung. Secara ekonomi, pendapatan pedagang meningkat dan daya beli membaik, meski peluang kerja baru terbatas dan transisi awal menurunkan aktivitas ekonomi lokal. Secara keseluruhan, masyarakat merespons kehadiran RTP Pancor secara positif, meskipun masih muncul harapan agar kebijakan pembangunan lebih berpihak kepada pedagang kecil dan masyarakat lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata.Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa pembangunan ruang terbuka publik tidak hanya berdampak pada aspek fisik dan estetika kawasan, tetapi juga memiliki konsekuensi sosial dan ekonomi yang saling terkait. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan yang adil dan berkelanjutan perlu disertai dengan pemberdayaan masyarakat serta perlindungan bagi kelompok yang paling rentan menghadapi perubahan.
References
Andita, R. A. (2021). Relokasi mulus, ruang terbuka di eks pertokoan lama Pancor segera terwujud. Lombok Post. https://lombokpost.jawapos.com/selong/1502779957/relokasi-mulus-ruang-terbuka-di-eks-pertokoan-lama-pancor-segera-terwujud
Angan, U. (2023). Pembangunan RTP tahap dua berlanjut, segini anggaran yang disiapkan Dinas PUPR Lotim. NTB Pos. https://ntbpos.haluankita.com/berita/pr-5157460810/pembangunan-rtp-tahap-dua-berlanjut-segini-anggaran-yang-disiapkan-dinas-pupr-lotim
Ardhiansyah, N., Ayu, D., Widyastuti, R., & Septiari, E. D. (2019). Perubahan tata guna lahan Kampung Prawirotaman Kota Yogyakarta sebagai dampak keberadaan kawasan komersial. 1755, 131–138.
Barlowe, R. (1978). Land resource economics: The economics of real estate. Prentice Hall.
Carr, S. (1992). Public space. Cambridge University Press.
Davis, K. (1949). Human society. Macmillan.
Drescher, J., Rembold, K., Allen, K., Beckschäfer, P., Buchori, D., Clough, Y., Faust, H., Fauzi, A. M., Gunawan, D., Hertel, D., Irawan, B., Jaya, I. N. S., Klarner, B., Kleinn, C., Knohl, A., Kotowska, M. M., Krashevska, V., Krishna, V., Leuschner, C., & Scheu, S. (2016). Ecological and socio-economic functions across tropical land use systems after rainforest conversion. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 371(1694), 20150275. https://doi.org/10.1098/rstb.2015.0275
Friedmann, J. (1989). Planning in the public domain: Discourse and praxis. Journal of Planning Education and Research, 8(2), 128–130.
Gehl, J. (2007). Public spaces for a changing public life. In C. Ward Thompson & P. Travlou (Eds.), Open space: People space (pp. 23–30). Taylor & Francis.
Gillin, J. L., & Gillin, J. P. (1950). Cultural sociology. Macmillan.
Ha, T., Nguyen, T., Tran, V. T., Thanh, Q., & Huy, Q. (2016). Socio-economic effects of agricultural land conversion for urban development: Case study of Hanoi, Vietnam. Land Use Policy, 54, 583–592. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2016.02.032
Habermas, J. (1989). The structural transformation of the public sphere. MIT Press.
Haris, A., Subagio, L. B., Santoso, F., & Wahyuningtyas, N. (2018). Identifikasi alih fungsi lahan pertanian dan kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Karangwidoro Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Media Komunikasi Geografi, 19(1), 114–125. https://doi.org/10.23887/mkg.v19i1.13967
Hosio, J. E. (2007). Kebijakan publik dan desentralisasi: Esai dari Sorong. LaksBang.
Islamy, M. I. (2002). Prinsip-prinsip perumusan kebijakan negara. Bumi Aksara.
Khairunisa, A., Firmansyah, M., & Salmah, E. (2023). Analisis pengalihfungsian pertokoan Pancor menjadi ruang terbuka publik di Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Konstanta, 2(1), 131–143. https://doi.org/10.29303/konstanta.v2i1.397
Lynch, K. (1964). The image of the city. MIT Press.
MacIver, R. M. (1931). Society: Its structure and changes. Macmillan.
Mahi, I. A. K. (2016). Pengembangan wilayah: Teori dan aplikasi. Kencana.
Massey, D. (2005). For space. SAGE Publications.
Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2023). Jumlah penduduk kabupaten/kota di NTB tahun 2023. https://ntb.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjkjMg%253D%253D/penduduk-kabupaten-kota.html
Ostrom, E. (1990). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Cambridge University Press.
Prihatin, R. B. (2015). Alih fungsi lahan di perkotaan (studi kasus di Kota Bandung dan Yogyakarta). Aspirasi, 6(2), 105–118.
Pulungan, A. (2024). Arsitektur dan penggunaan ruang publik: Membangun lingkungan yang ramah pengguna. Writebox: Teknik Arsitektur, 1, 1–14.
Renaldi, Z., Akbar, W. K., & Wijaya, W. (2023). Dampak sosial ekonomi pembangunan ruang terbuka hijau di Solok Selatan. Pustaka Aktiva, 3(1), 7–12.
Sen, A. (1999). Development as freedom. Oxford University Press.
Soemarwoto, O. (1983). A new approach in reforestation and erosion control in Indonesia.
Sorokin, P. A. (1937). Social and cultural dynamics: Fluctuation of systems of truth, ethics, and law (Vol. 2). American Book Company.
Suryono, A. (2019). Teori dan strategi perubahan sosial. Bumi Aksara.
Toynbee, A. J. (1987). A study of history (Vol. 1, abridged ed.). Oxford University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nadia Meylani, Wahidin , Ida Ayu Putri Suprapti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


