PENGUATAN SEKTOR EKONOMI KREATIF MELALUI PENGUATAN BUDAYA LOKAL DI NUSA TENGGARA BARAT
Keywords:
Ekonomi Kreatif, Budaya LokalAbstract
ABSTRAK
Nusa Tenggara Barat memiliki total industri kecil dan mikro ekonomi kreatif sebanyak 6.534 dengan mayoritas dibidang usaha Industri Furnitur dari Kayu, Rotan/Bambu, diikuti oleh Industri Kuliner, dan Industri Kayu, Barang dari Kayu, Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya. Pengabdian kepada masyarakat ini membantu peningkatan pemahaman pentingnya industri ekonomi kreatif untuk mengangkat budaya lokal agar memperkenalkan budaya yang ada di NTB dan menjadi ciri khas yang mampu menjadi daya saing. Selain itu, seiring dengan peningkatan industri kreatif juga diikuti dengan pengenalan budaya lokal menjadi lebih luas.
References
DAFTAR PUSTAKA Tambunan, T. T. H. 2002. Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia: Beberapa Isu Penting, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. Ekraf. 2024. Informasi Wilayah Administrasi dan Industri Kecil & Mikro 2024
Howkins, J. 2001. The Creative Economy: How People Make Money from Ideas, London: Allen Lane.
Rangkuti, M. 2023. Ekonomi Kreatif Pengertian, Ciri-Ciri, Manfaat dan Contohnya. FEB Umsu
Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Unesa. 2025. Ekonomi Kreatif sebagai Pendorong Pembangunan Nasional di Era Globalisasi. Universitas Negeri Surabaya
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Aida Arifah Tara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
