Utang Pemerintah: Amankah Utang Indonesia Saat Ini?

Penulis

  • Risanda Alirastra Budiantoro Universitas Negeri Semarang
  • Ahmad Syahrul Fauzi Universitas Negeri Semarang
  • M. Aulia Rachman Universitas Negeri Semarang
  • Mario Rosario Wisnu Aji Universitas Atma Jaya Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.29303/oportunitas.v5i1.2892

Kata Kunci:

Ambang Batas Utang, Utang, Risiko Utang, Kredit Rating

Abstrak

Tingkat utang Pemerintah Indonesia selama periode 1993-2021 mengalami trend pertumbuhan yang tinggi dan relatif berkesinambungan. Sehingga berpotensi untuk mengancam kesinambungan fiskal dan bepotensi masuk kepada perangkap utang (debt trap) bahkan mengalami debt crises. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam permasalahan utang yang dihadapi oleh Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penentuan batas aman utang pemerintah yang dikembangkan oleh Mendoza & Oveido (2004) yang dipengaruhi oleh perilaku dari kebijakan fiskal, pertumbuhan ekonomi dan tingkat suku bunga. Hasil perhitungannya menunjukkan bahwa ambang batas utang pemerintah Indonesia mencapai 46,1 persen. Jika kondisi rasio utang terhadap PDB selama rentang periode penelitian dibandingkan dengan hasil perhitungan penentuan batas aman utang pemerintah masih relatif aman, karena memiliki trend yang negatif. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan utang pemerintah Indonesia terus mengalami perbaikan yang relatif signifikan. Kondisi kepercayaan pasar terhadap fundamental perekonomian Indonesia yang juga masih relatif tinggi dengan peringkat Indonesia yang masih layak investasi. Harapannya dalam pengelolaan utang, pemerintah perlu untuk berhati-hati khususnya pengelolaan pinjaman luar negeri dengan memanfaatkannya untuk mendukung pencapaian prioritas nasional yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Referensi

Atmadja, A.S. (2000). Utang Luar Negeri Pemerintah Indonesia: Perkembangan dan Dampaknya. Jurnal Akuntansi & Keuangan, 2(1): 83 - 94

Badan Kebijakan Fiskal. (2019). Dinamika Utang Pemerintah Indonesia. Jakarta: Badan Kebijakan Fiskal.

Balassone, F., & Franco, D. (2000). “Assessing Fiscal Sustainability: a Review of Methods with a View to EMU.” Banca d’Italia, 21-60.

Bank Indonesia. (2021). Laporan Perekonomian Indonesia 2021: Bangkit dan Optimis Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi. Jakarta: Bank Indonesia.

CEIC (2021). Amerika Serikat Rasio Layanan Utang: Rumah Tangga. Washington D.C.: CEIC

Direktorat Keuangan Negara dan Analisis Moneter, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. (2021). Utang Pemerintah Pusat. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional

Fournier, J-M. & Fall, F. (2015), “Limits to Government Debt Sustainability”, OECD Economics Department Working Papers, 1229: 1-26

Fiscal Affairs Department (2022). Global Debt Monitor. Washington D.C.: International Monetery Fund

Hanggoro, (2021). Mengurai Sejarah APBN Indonesia. Jakarta: Kementerian Keuangan

Hanni, U. (2006). “Indonesia’s Fiscal Sustainability and The Affecting Factors”. Journal of Public Finance, 4(2), 19-37

International Moenetry Fund. (2014). IMF Policy Paper: Revised Guidelines For Public Debt Management. Washington, D.C.: International Moenetry Fund

International Monetery Fund. (2021). Build Forward Better. Washington, D.C.: International Monetery Fund

International Monetery Fund. (2021b). World Economic Outlook Databases. Washington, D.C.: International Monetery Fund

International Monetery Fund. (2023). Fiscal Monitor: On the Path to Policy Normalization Washington, D.C.: International Monetery Fund

Kementerian Keuangan. (2018). Pembiayaan Anggaran: Bukan Sekedar Defisit dan Utang. Jakarta: Kementerian Keuangan

Kementerian Keuangan. (2021). Laporan Tahunan Badan Kebijakan Fiskal Tahun 2021: Reformasi Ekonomi untuk Pulih dari Pandemi. Jakarta: Kementerian Keuangan

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. (2017). Amankah Utang Indonesia Saat Ini?. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. (2018). Analisis Posisi Utang Indonesia. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. (2021). Gejolak Ekonomi Global: Tinjauan Fiskal dan Moneter. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional

Krugman, P.R. (1988). “Financing vs. Forgiving a Debt Overhang”. Journal of Development Economics, 29: 253-268

Langenus, G., 2006, “Fiscal Sustainability Indicators and Policy Design in the Face of Ageing”, National Bank of Belgium Working Paper, 102: 1-37

Mendoza, E.G. & Oviedo, P.M. (2004). Public Debt, Fiscal Solvency and Macroeconomic Uncertainty in Latin America: The Cases of Brazil, Colombia, Costa Rica, and Mexico. Economia Mexicana NUEVA EPOCA, 0 (2): 133-173

Nasir, M. (2013). Utang Pemerintah: Peran dan Ancamannya Terhadap APBN. Buletin Info Risiko Fiskal (IRF), 1-11

Nugraha, N., Kamio, & Gunawan, D.S. (2021). Faktor-Faktor Penyebab Utang Luar Negeri dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(1): 21-26

Organization for Economic Co-operation and Development. (2015). Achieving Prudent Debt Targets Using Fiscal Rules. OECD Economics Department Policy Note No. 28: 1-8

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2015b). “Government Debt And Fiscal Frameworks”. Working Party No. 1 on Macroeconomic and Structural Policy Analysis. ECO/CPE/WP7: 1-9

Pratiwi, D.R. (2023). Potret Utang Pemerintah Periode 2015-2024: Risiko dan Capaiannya. Jakarta: Pusat Analisis Anggaran dan Akuntabilitas Keuangan Negara, Kementerian Keuangan

Purnomo, D. (2003). “Utang Luar Negeri (ULN) Pemerintah RI: Bermanfaat atau Menyengsarakan?”. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 4 (1): 47-55

Rachbini, D.J. (2022). Ekonomi Politik Utang: Penjelasan Teoretis-Historis Atas Kebijakan Pembangunan Bertumpu Pada Utang Luar Negeri. Jakarta: Ghalia Indonesia

Ramadhan, G., & Simanjutak, R.A. (2007). “Dinamika Utang Pemerintah dan Kesinambungan Fiskal di Indonsia Periode 1980-2005: Suatu Uji Perbandingan Tiga Pendekatan”. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Desa, 1 (3): 1-30

Saleh, S. (2008). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pinjaman Luar Negeri Serta Imbasnya Terhadap APBN. Unisia 31(70):343-363.

Saxegaard, M. (2014). Safe Debt and Uncertainty in Emerging Markets: An Application to South Africa. IMF Working Paper WP/14/231: 1-13

Sekertariat Jendral Dewan Perwakilan Rakyat (2013). Struktur Utang Indonesia. Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat

Tim PKEM-PKAPBN, Badan Kebijakan Fiskal. (2018). Strategies to Maintain Long Term Fiscal Sustainability. Jakarta: Kementerian Keuangan.

Widjanarko. (2020). “Menjaga Rasio Utang Dari Pandemi Covid-19”. Simposium Nasional Keuangan Negara, 2(1), 379-401

Yeyati, E.L., & Sturzenegger, F. (2007). “Fear of Appreciation”. The World Bank Policy Research Working Paper, 4387: 1-37.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-10